Senin, 28 September 2009

Bug dan Kekurangan Opera Mini 5 Beta


OperaMini 5 yang masih dalam tahap beta version, memang sangat menarik untuk dicoba. Selain perubahan tampilan yang sangat frontal, terdapat beberapa fitur yang memang sangat diinginkan oleh para peselancar internet melalui perangkat mobile, salah satunya yang menurut saya sangat menarik adalah adanya tambahan fitur tabbed browsing yang memungkinkan kita membuka lebih dari satu halaman layaknya browse pada PC.

Hanya saja saat pertama kali mencoba browser ini, ada beberapa bug dan kekurangan yang sepertinya harus segera diperbaiki oleh Opera saat peluncuran versi finalnya nanti. Hal tersebut membuat saya masih sayang menggunakan UCWEB dan enggan beralih ke Opera Mini untuk urusan browsing melalui Handphone

Beberapa Bug yang saya rasakan antara lain (test dilakukan pada Nokia E63) :
  1. Entry Password. Saat mengetikkan kata sandi untuk masuk ke sebuah website, OperaMini 5 beta langsung merubahnya ke karakter * tanpa terlebih dahulu menampilkan sementara waktu huruf maupun angka yang dimasukkan tersebut, sehingga cukup menyulitkan mendeteksi apakah karakter yang dimasukkan sudah benar.
  2. Spasi. Saat menggunakan spasi pada untuk menulis sebuah kalimat, maka spasi yang dimasukkan akan menjadi 4 karakter spasi saat mengetikkan kalimat berikutnya. Sehinga jarak antara satu kata dengan kata lain menjadi cukup jauh.
  3. Saat menekan tombol yang memiliki input angka dalam waktu cukup lama, seharusnya yang muncul adalah angka tersebut, tetapi yang terjadi adalah huruf pada tombol tersebut akan muncul banyak (seperti mengetik pada PC). misal huruf tombol huruf H menjadi satu dengan tombol angka 6, seharusnya saat ditekan lama yang muncul adalah angka 6, tetapi di opera mini muncul huruf H yang banyak.
  4. Copy Paste. Tidak support metode Copy/Paste melalui kombinasi Ctrl+C/Ctrl+V, sehingga saat ingin melakukan penyalinan tulisan dari media lain ke Opera Mini harus dilakukan dengan mengetikkan manual

Ada kemungkinan bug yang tertulis di atas tidak dirasakan oleh pengguna yang lain. Dikarenakan handset yang saya pakai untuk mencoba OperaMini 5 beta ini menggunakan QWERTY keyboard untuk inputnya.

Sedang jika dibandingkan dengan UCWEB, Opera Mini memiliki beberapa kekurangan dalam hal kemudahan, antara lain :


  1. Open in New Window. Fasilitas tabbed browsing menjadi kurang bernyali saat dibandingkan dengan UCWEB yang memiliki fitur Open in New Window/ Tab layaknya browser pada PC
  2. Shortcut. Tidak adanya shortcut untuk memudahkan operasi dan navigasi, misal untuk membuka tab baru, switch antar tab, dll. Sedangkan di UCWEB shortcut sudah tersedia dan bisa dirubah sesuai keinginan
  3. Download Manager. Meskipun hanya versi mobile saya merasa fitur Download Manager perlu ditambahkan untuk memudahkan pengorganisasian file yang sudah diunduh.

Tapi OperaMini memiliki kelebihan yaitu bisa diakses via Wifi dengan proxy, sedangkan hal ini tidak bisa dilakukan oleh UCWEB.

Tentunya dengan bug dan kekurangan pada versi beta ini, pastinya OperaMini 5 versi final nanti diharapkan sudah dapat mengatasi hal tersebut.

Rabu, 16 September 2009

Opera Mini 5 beta


Opera Mini 5 versi beta telah diluncurkan dan dapat diunduh oleh para pengguna mobile phone. Kabar meluncurnya browser ini pun menjadi salah satu Trending Topic di Twitter. Saya pun semakin penasaran dan tidak sabar untuk segera mencoba browser anyar ini di handphone saya.

Saat saya mencoba mengunduh via handphone ada konfirmasi bahwa handset yang saya gunakan belum diverifikasi untuk menggunakan Opera Mini 5 beta ini, dan menyarankan untuk mengunduh OperaMini versi 4 saja. Saya berpikir ada kemungkinan browser ini tidak bisa dijalankan di handphone saya. Tapi ternyata setelah diunduh, OperaMini 5 beta ini dapat berjalan baik.


Saat pertama kali dijalankan, tampilan yang sangat berbeda dari versi sebelumnya langsung disuguhkan. Dengan tampilan layar loading berwarna hitam (sebelumnya putih), memberi kesan tampilan yang keren pada browser ini, pun saat masuk pada tampilan awal, kesan pada browser sebelumnya pun langsung hilang. Dengan mengusung fitur baru diantaranyaTabbed browsing dan Speed Dial yang membuat Opera Mini ini semakin mendekati kesamaan dengan Opera versi PC-nya.


tampilan awal opera mini 5 beta


fitur speed dial dan tabbed browsing

Untuk speed dial ternyata berbeda dengan versi Opera versi PC yang bertambah secara otomatis berdasarkan halaman yang dikunjungi terakhir, sedang di Opera Mini ini, link pada speed dial harus ditambahkan secara manual. Dan ada sedikit keanehan saat saya memasukkan password, dimana huruf yang saya masukkan langsung berubah jadi karakter *, padahal di versi sebelumnya tidak demikian, huruf yang diketikkan biasanya muncul sebentar baru berubah menjadi karakter *. Ini membuat saya sedikit kesulitan untuk memasukkan kata sandi. Saya kurang tahu apakah kejadian pada Opera Mini 5 beta ini terjadi pada handphone yang memakai QWERTY keyboard saja ataukah terjadi juga pada handphone dengan keypad standard.

Tapi dari kesemuanya yang jelas versi baru Opera Mini ini terbilan keren. Dan mudah mudahan semua kekurangan di versi  beta ini bisa diperbaiki di final releasenya.

Opera Mini 5 beta dapat diunduh langsung via handphone melalui link m.opera.com/next, atau via PC melalui URL http://www.opera.com/mini/next/download/

Kamis, 10 September 2009

Opera 10.0 lebih cepat dengan Turbo


Opera 10.0 versi final telah diluncurkan sejak awal september ini. Browser terbaru besutan opera ini diluncurkan dengan mengandalkan fitur Turbo yang diklaim dapat memberikan akses browsing lebih cepat dengan metode kompresi halaman web. Fitur ini cocok digunakan pengguna yang sedang berada di wilayah dengan kapasitas bandwidth rendah.

Berita dari halaman resmi Opera yang menyatakan bahwa browser ini telah diunduh oleh lebih dari 10 juta kali dalam seminggu sejak peluncurannya membuat saya agak penasaran untuk mencoba Opera 10.0. Saat pertama kali dijalankan ada perbedaan yang langsung terlihat dari versi sebelumnya yaitu icon yang lebih cerah serta fitur thumbnail tab.


fitur thumbnail tab pada Opera 10.0

Dan ternyata, saat dicoba untuk browsing, saya merasakan Opera 10.0 memiliki performa yang lebih baik dari versi sebelumnnya bahkan dari Mozilla Firefox 3.5.2 yang biasa saya pakai. Hal ini juga didukung dengan data dari Benchmark (menggunakan Peacekeeper) yang coba saya lakukan pada browser-browser populer seperti Firefox, Chrome, Safari, Internet Explorer, serta Opera versi sebelumnya. Hanya saja meskipun Opera 10.0 menunjukkan performa lebih dari versi sebelumnya, tetapi masih belum bisa mengalahkan Google Chrome dan Safari. Berikut ini adalah  gambar dari hasil benchmark tersebut


Detail hasil benchmark beberapa browser populer


Dari hasil benchmark di atas, menunjukkan Internet Explorer (khususnya versi 7) masih menjadi yang "terburuk" dari browser lainnya. Sedangkan Google Chrome dan Safari saling berebut posisi teratas meninggalkan browser yang lain.

catatan
Fitur Opera Turbo bisa diaktifkan melalui menu Tools - Quick Preferences, atau melalui tombol di pojok kiri bawah (sebelah kiri status bar)

Benchmark dilakukan pada komputer dengan processor Intel Core 2 Duo Processor T5670 1.8GHz dan Graphic Intel GMA dengan akses internet Speedy Office Unlimited

Masing-masing browser ditest  sebanyak 2x, ada perbedaan antara test pertama dan test kedua tetapi tidak signifikan. Test pada Opera 10 dilakukan tanpa mengaktifkan fitur Opera Turbo, karena pada saat fitur tersebut diaktifkan, proses benchmark tidak dapat berjalan.

Rabu, 09 September 2009

Test Kecepatan Browser dengan Peacekeeper


Banyaknya browser internet untuk komputer, membuat kita sebagai pengguna internet sedikit kebingungan untuk menentukan mana yang akan digunakan. Biasanya ada beberapa pertimbangan bagi kita dalam menentukan browser manakah yang akan digunakan. Saya pribadi memilih browser karena 2 hal, yang pertama adalah kompatibilitasnya dengan berbagai macam script yang digunakan oleh berbagai website, yang kedua tentunya adalah kecepatan dalam mengakses konten dari Internet

Pertimbangan kedua di atas mungkin banyak diambil oleh pengguna internet dalam memilih browsernya. Tapi.. bagaimanakah menentukan atau membandingkan kecepatan browser yang satau dengan yang lain??

Secara sederhana kita bisa membandingkan antar browser tersebut dengan menggunakannya sehari-hari, dengan sendirinya kita akan mengetahui manakah yang lebih cepat saat digunakan. Hanya saja untuk mendapatkan hasil akurat, tentuya diperlukan sebuah tool untuk melakukan Benchmark pada browser. Salah satunya adalah sebuah tool online bernama Peacekeeper dari Futuremark Corporation. Dengan Tool ini kita bisa melihat kecepatan rata-rata dari browser yang digunakan pada komputer kita sekaligus membandingkannya dengan browser lain yang  kita gunakan.

Silahkan ke alamat http://service.futuremark.com/peacekeeper/ untuk mencari manakah yang tercepat dari browser yang biasa anda gunakan.

catatan
Agar bisa digunakan tool ini memerlukan Java Runtime Environtment (JRE) yang harus terinstall di komputer anda. Dan untuk hasil yang lebih akurat Peacekeeper menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas pada tampilan jendela dimana Peacekeeper dijalankan, atau idealnya Peacekeeper dijalankan pada satu jendela tanpa adanya jendela atau tab lain dalam satu browser

Rabu, 02 September 2009

ImHalal.com - Situs Pencari untuk Muslim


Banyaknya keinginan yang berbeda-beda terhadap situs pencari (search egine), membuat banyak pihak-pihak mengembangkan situs pencari yang sudah ada, ada search engine khusus file pdf, ada search engine khusus untuk mencari file-file yang terupload di Rapidshare, dan lain-lain.

Dan bersamaan dengan Bulan Ramadhan kali ini muncul sebuah Search Engine baru bernama ImHalal.com. Dari nama dan judul situsnya, bisa ditebak bahwa ImHalal.com ditujukan untuk pengguna Muslim.

Situs pencari ini menjawab atas pertanyaan atas boleh tidaknya suatu hasil pencarian dikunjungi, khususnya dalam perspektif hukum Islam. Saat kita memasukkan sebuah kata kunci untuk melakukan pencarian, ImHalal akan memberikan hasil pencarian dalam kategori Halal atau Haram.


Apabila kita memasukkan sebuah kata kunci yang misalnya berhubungan pornografi, misal kata "Nude" maka akan muncul pesan sebagai berikut :

Pada pesan tersebut juga tercantum gambar bintang yang menunjukkan level tingkat keharaman dari sebuah kata kunci.

Hanya saja waktu mencoba menggunakan ImHalal,  saya menemukan hasil pencarian yang tidak tepat saat memcoba memasukkan sebuah kata kunci yang tergolong haram dalam Bahasa Indonesia. Karena hasil pencarian tetap ditampilkan meskipun jelas-jelas akan menuju ke sesuatu yang dilarang dalam Islam. Awalnya saya mengira karena Setting Default Language-nya tidak diarahkan ke Bahasa Indonesia, tapi setelah dilakukan perubahan hasilnya tetap sama. Ya.. mungkin karena masih baru dirilis kemarin (1 September 2009)  maka ada banyak hal yang harus diperbaiki. Dan tampaknya developer ImHalal menyadari hal tersebut sehingga di homepage ImHalal disediakan link untuk memasukkan Feedback atas permasalahan maupun tanggapan terhadap penggunaan ImHalal. Atas kejadian di atas tadi saya pun mencoba memasukkan Feedback (meskipun dengan Bahasa Inggris ancur-ancuran, hehe  ), dengan harapan mudah-mudahan hal tersebut bisa segera diperbaiki Amiiiin..

Bagi yang ingin mencoba menggunakan ImHalal, bisa segera menuju ke http://imhalal.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modified by Husnan Sarofie